Skip to content

PT Media Data Riset Survey Research Services

You are here: Home arrow Multi Client Studies arrow MCS Indonesia Edition List All arrow Prospek Industri Pulp dan Kertas di Tengah Krisis Bahan Baku 2008
Prospek Industri Pulp dan Kertas di Tengah Krisis Bahan Baku 2008 Print

FOREWORD

Menghadapi krisis ekonomi global saat ini, industri pulp & kertas Indonesia mendapatkan tantangan yang cukup serius, karena sebagian besar produknya merupakan komoditas ekspor. Bahkan, Pemerintah telah menetapkan produk pulp & kertas sebagai salah satu dari sepuluh produk andalan ekspor terbesar dalam meraup devisa. Dalam lima tahun terakhir, devisa yang diraih dari komoditas ini meningkat rata-rata 8,9% setiap tahun dari US$2,7 milyar menjadi US$ 4,1 milyar pada 2007, sehingga Indonesia saat ini menempati peringkat ke-13 dalam produksi pulp  dunia.

Tercatat sebelum krisis ekonomi global ekspor pulp & kertas Indonesia cenderung meningkat, sejalan dengan tingginya kebutuhan pemakaian produk kertas di dalam maupun luar negeri.  Ekspor kertas dalam 5 tahun terakhir tercatat meningkat rata-rata sekitar 3,7% per tahun. Sedangkan ekspor bahan bakunya (pulp), mengalami stagnasi di kisaran 2,4 juta ton.  Tingginya kinerja ekspor tersebut, karena industri pulp & kertas Indonesia semakin kompetitif dibanding produk dari negara lain, khususnya dari negara negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada.

Namun kini, menurut sumber Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) industri kertas menjelang akhir 2008 ini diperkirakan akan mengalami kerugian, akibat krisis keuangan dunia. Pasar ekspor ke USA dan UE misalnya, banyak yang dibatalkan, sementara penjualan di dalam negeri mengalami penurunan. Merosotnya permintaa berdampak meningkatnya potensi kerugian produsen pulp & kertas sekitar US$864 juta. Bahkan saat ini, Riau Andalan Pulp & Paper produsen terbesar industri pulp di dalam negeri telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya sebanyak 1.000 orang

Pada Nopember 2008, harga pulp di pasar dinua anjlok dari US$800 per ton menjadi US$600 per ton atau turun sekitar 44,4%. Akibat melemahnya permintaan, produksi pulp & kertas di dalam negeri ikut terpangkas. Pada saat yang sama, biaya produksi justru membengkak akibat anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap US$.

Sampai saat ini, produktivitas pulp & kertas Indonesia masih terkendala oleh bahan bakunya, karena pasok dari Hutan Tanaman Industri (HTI) belum sepenuhnya menggantikan bahan baku dari hutan alam. 

Meningkatnya kebutuhan pulp & kertas tercermin dari meningkatnya kapasitas. Dalam periode 2003 – 2008, kapasitas pulp di dalam negeri meningkat rata-rata 0,6% per tahun. yaitu dari 5,2 juta ton menjadi 6,4 juta ton per tahun. Dan pada 2010, kapasitas terpasang industri pulp diperkirakan akan meningkat lagi menjadi 7.5 juta ton per tahun, seiring dengan beroperasinya pabrik baru. Pada priode yang sama, kapasitas produksi kertas juga mengalami peningkatan yang berarti, dari 9,0 juta ton menjadi 10,3 juta ton per tahun. Peningkatan ini sejalan dengan perluasan  pabrik di sektor industri ini. Di Indonesia sedikitnya tercatat 84 pabrik pulp & kertas, terbagi atas 14 pabrik kertas terpadu dengan industri bahan bakunya (pulp), 67 pabrik kertas dan 3 pabrik pulp.

Selanjutnya, Pemerintah memberii kesempatan kepada pabrik-pabrik pulp untuk menyelesaikan HTI-nya paling lambat 2009. Sehingga dengan batas waktu itu, diharapkan  pabrik pulp sudah mampu memenuhi kebutuhan bahan baku dari areal HTI-nya secara berkesinambungan.

Dalam buku studi yang  disusun oleh PT Media Data Riset ini, juga  mengetengahkan aspek kinerja masing-masing perusahaan seperti tingkat persaingan, peta dan strategi bisnis perusahaan besar (Grup). Bahkan dibahas juga peranan industri pendukungnya seperti industri mesin dan suku cadang, serta faktor kesediaan energi listrik, pengelolaan limbah industri pulp & kertas dan sebagainya.

Lebih jauh lagi studi setebal 400 halaman ini, dilengkapi dengan Peraturan Pemerintah yang terkait dengan bisnis pulp & kertas. Sehingga studi ini diharapkan berguna bagi para pengambil keputusan dari kalangan produsen pulp dan kertas, perbankan, supplier, investor, kalangan pasar modal, serta kalangan bisnis terkait lainnya.

Buku studi konprehensif ini kami tawarkan seharga Rp 5.000.000 (Lima Juta Rupiah) per copy untuk versi bahasa Indonesia atau US$ 750 (Tujuh Ratus Lima Puluh US Dollar) per copy dalam versi bahasa Inggris. Peminat dapat menghubungi PT Media Data Riset, Jakarta, melalui Telepon (021) 809-3140, 809-6071, Fax (021) 809-6071 atau Mobile 085217061945 e-mail This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it / This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it   atau melalui website  : www.mediadata.co.id.  Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

DAFTAR ISI

          
 
I.    PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
1.2. Cakupan dan Tujuan Studi
1.3. Sumber Data dan Informasi

II.    PENDUDUK DAN GAMBARAN
        UMUM EKONOMI INDONESIA
2.1. Populasi Penduduk Indonesia
2.1.1. Laju pertumbuhan penduduk
             secara nasional
2.1.2. Pertumbuhan penduduk
             berdasarkan provinsi
2.1.3. Komposisi penduduk menurut
             kelompok umur
2.1.4. Proyeksi pertumbuhan penduduk
             Indonesia
2.2. Gambaran Umum Ekonomi Indonesia
2.2.1. Tinjauan umum perekonomian
             Indonesia
2.2.2. Pertumbuhan ekonomi Indonesia
2.2.3. Pendapatan per kapita Indonesia
2.2.4. Laju inflasi
2.2.5. Kurs rupiah
2.2.6. Hutang luar negeri
2.2.7. Cadangan devisa
2.3. Neraca Pembayaran
2.3.1. Neraca pembayaran Indonesia
2.3.2. Neraca transaksi berjalan
2.3.3. Perkembangan ekspor
2.3.4. Perkembangan impor
2.4. Prospek Ekonomi Indonesia
2.5. Laju Ekonomi 2009 Diproyeksi 5,5%

III.    INDUSTRI PULP
3.1. Deskripsi
3.2. Jenis Pulp
3.3. Proses Pembuatan Pulp
3.4. Tingkat Kehilangan dalam Proses
         Produksi
3.5. Kapasitas Produksi Pulp
3.5.1. PMA masih tetap besar
3.5.2. Terintegrasi
3.5.3. Sumatera terbesar
3.6. Lokasi Pabrik, Status dan Kapasitasnya
3.7. Dikuasai Kelompok Besar
3.7.1. Sinar Mas Grup terbesar
3.7.2. Raja Garuda Mas grup
3.7.3. Barito Pacifik dan Citra Agratama
             grup
3.7.4. Kalimanis grup
3.7.5.     Kelompok BUMN
3.8. Perkembangan Produksi Pulp
3.8.1. Produksi pulp terus meningkat
3.8.2. Produksi menurut perusahaan
3.9. Gunakan Bahan Baku Nonstandar
3.10. Minat Investasi

IV.    BAHAN BAKU PULP
4.1. Sumber Bahan Baku
4.1.1. Kayu andalan bahan baku pulp
4.1.2. Logging waste
4.1.3. Hutan rakyat
4.2. Kebutuhan Log untuk Industri Pulp
         Terbesar
4.2.1. Kawasan hutan menciut
4.2.2. Kebijakan soft landing ancam
             bahan baku kayu
4.2.3. Land Clearing:  jalan pintas
             mendapatkan kayu
4.2.4. Illegal logging dan police line
4.3. Proyek Hutan Tanaman Industri (HTI)
4.3.1. Potensi lahan untuk
             pengembangan HTI
4.3.2. HTI-Pulp menjadi andalan
4.3.3. Realisasi capai 70%
4.3.4. HTI-Pulp non-prioritas
4.3.5. Dikuasai kelompok bisnis besar
4.3.6. Pembangunan HTI lambat
4.3.7. 16 Investor HTI tanam Rp33
             triliun
4.3.8. PT KBRI kembangkan HTI
4.3.9. Izin baru HTI distop
4.3.10. Ditargetkan 2009
4.4. Padat Modal dan Risiko Tinggi

V.    BAHAN BAKU KERTAS BEKAS
5.1. Produksi Kertas Bekas Mencapai 3,6
         Juta Ton
5.2. Impor Kertas Bekas
5.2.1. Impor masih cukup besar
5.2.2. Impor menurut Jenis
5.2.3. Impor menurut Negara Asal
5.3. Perkembangan Ekspor
5.3.1. Ekspor kertas bekas belum berarti
5.3.2. Ekspor menurut Jenis
5.3.3. Ekspor menurut negara tujuan
5.4. Konsumsi

VI.    INDUSTRI KERTAS
6.1. Jenis Kertas
6.1.1. Kertas industri (Industrial Paper)
6.1.2. Kertas Budaya (Cultural Paper)
6.1.3. Kertas Rokok (Cigarette Paper)
6.1.4. Kertas Tissue (Tissue/Household
             Paper)
6.1.5. Kertas Lain (Other Paper)
6.2. Proses Pembuatan Kertas
6.3. Jumlah Pabrik dan Kapasitas Produksi
6.3.1. Kapasitas produksi naik hanya
             2,4% per tahun
6.3.2. Status produsen kertas dan
             kapasitas produksi
6.3.3. Perusahaan PMDN cukup
             dominant
6.3.4. Produsen kertas menurut lokasi
6.3.5. Kertas budaya terbesar
6.4. Bisnis Kertas Dikuasai Grup Besar
6.4.1. Grup Sinar Mas
6.4.2. Grup Garama
6.4.3. Grup Raja Garuda Mas
6.4.4. Grup Indhasana
6.4.5. Kalimanis Grup
6.5. Produksi Kertas Nasional
6.5.1. Produksi terus meningkat
6.5.2. Produksi kertas menurut jenis
6.5.3. Produksi Sinar Mas terbesar
6.6. Kertas Industri
6.6.1. Produsen kertas industri
6.6.2. Kapasitas kraft linier terbesar
6.6.3. Produksi kertas industri
6.7. Kertas Budaya
6.7.1. Pabrik dan kapasitasnya
6.7.2. Perkembangan produksi
6.7.3. Sinar Mas leader pasar kertas
6.8. Kertas Rokok
6.8.1. Gudang Garam terdepan
6.8.2. Produksi cenderung menurun
6.8.3. Produksi PT Surya Zig Zag
             terbesar
6.9. Kertas Tissue
6.9.1. Jumlah pabrik dan kapasitasnya
6.9.2. Perkembangan produksi
6.10. Jenis Kertas Lain
6.10.1. Jumlah pabrik dan
              kapasitasnya
6.10.2. Perkembangan produksi
6.11. Investasi
6.12. Tuduhan Dumping Kertas
6.13. Produsen Keluhkan Perda

VII.    PERKEMBANGAN EKSPOR-IMPOR
7.1. Ekspor Pulp Anjlok 13,3%
7.1.1. Ekspor pulp menurut jenis
7.1.2. Ekspor pulp menurut negara
             tujuan
7.2. Ekspor Kertas
7.2.1. Ekspor meraih US$3,1 milyar
7.2.2. Ekspor kertas budaya cukup
              dominan
7.2.3. Ekspor menurut negara tujuan
7.3. Perkembangan Impor
7.3.1. Impor pulp edot US$605,5 juta
7.3.2. Impor menurut jenis
7.3.3. Kanada pemasok utama
7.4. Impor Kertas
7.4.1. Impor naik 15,8%
7.4.2. Impor sack kraft terbesar
7.4.3. Kertas asal Cina terbesar

VIII.    MARKET SIZE DAN KONSUMSI
            DOMESTIK
8.1. Pulp
8.2. Konsumsi Kertas Nasional
8.3. Konsumsi Kertas Menurut Jenis
8.3.1. Konsumsi kertas industri
8.3.2. Konsumsi kertas industri
             menurut jenis
8.4. Konsumsi Kertas Budaya
8.4.1. Konsumsi kertas budaya
             menurut jenis
8.5. Market Size dan Konsumsi Kertas
         Rokok
8.6. Kertas Tissue
8.7. Konsumsi Kertas Lain
8.8. Konsumsi Kertas Per Kapita

IX.    INDUSTRI PULP DAN KERTAS
        DUNIA
9.1. Kapasitas Produksi Pulp Dunia
9.2. Amerika Pemasok Terbesar
9.3. Jenis Wood Pulp for Paper Terbesar
9.4. Kapasitas dan Produksi Kertas Dunia
9.4.1. Produksi kertas Amerika terbesar
9.4.2. Produksi kertas tulis dan cetak
             dunia
9.5. Konsumsi Kertas Tulis dan Cetak
         Dunia
9.6. Perkembangan Harga
9.6.1. Harga pulp dunia turun
9.6.2. Harga kertas di pasar i
             nternasional

X.    INFRASTRUKTUR DAN FASILITAS
        INDUSTRI PULP & KERTAS
10.1. Kondisi Mesin dan Peralatan Pabrik
10.2. Penggunaan Teknologi dan Mesin
10.3. Ketergantungan Mesin Impor Masih
             Tinggi
10.4. Ketergantungan Mesin Impor Perlu
             Dikurangi
10.5. Kebutuhan Sumber Energi Listrik
10.5.1. Kebutuhan listrik dipasok PLN
10.5.2. Penyebab krisis pasokan energi
                listrik
10.5.3. Kondisi kelistrikan di Sumatera
10.5.4. Perkiraan kondisi  sistem Jawa
                – Bali  2008
10.6. Sumber Daya Manusia
10.7. Aspek Biaya
10.7.1. Tergolong industri padat
                modal
10.7.2. Dana pasar modal cukup
                diminati

XI.    PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI
11.1. Jenis Limbah Industri Pulp dan Kertas
11.2. Peraturan pemerintah dalam
            penanganan limbah industri pulp dan
            kertas
11.2.1. Analisa Masalah Dampak
                Lingkungan (AMDAL)
11.2.2. Standar emisi
11.3. Perkembangan Penanganan Limbah
            pada Industri Pulp dan Kertas
11.4. Jenis Bahan Kimia Untuk Pengolahan
            Limbah Industri Pulp dan Kertas

XII.    ASPEK PEMASARAN
12.1. Saluran Distribusi Pulp dan Kertas
            Impor
12.2. Saluran Distribusi Produksi Dalam
            Negeri
12.3. Saluran Distribusi Pulp dan Kertas
12.4. Persaingan

XIII.    KEBIJAKAN PEMERINTAH DI
            BIDANG INDUSTRI PULP DAN
            KERTAS
13.1. Kebijaksanaan dalam Bidang
            Investasi
13.2. Fasilitas Investasi
13.2.1. Fasilitas Fiskal
13.2.2. Barang dan bahan impor
                yang tercantum dalam master
                list
13.2.3. Fasilitas pemberian tax holiday
                diperluas
13.3. Keppres Investasi Satu Atap
13.4. Surat Persetujuan Izin Penanaman
            Modal
13.4.1. Surat persetujuan
13.4.2. Izin perluasan
13.4.3. Surat persetujuan perubahan
13.5. Memberlakukan Keppres Investasi
            Satu Atap
13.5.1. Keppres satu atap hanya
                menguntungkan daerah
                tertentu
13.5.2. Mekanisme sistem pelayanan
                satu atap
13.6. Pembentukkan Tim Nasional
            Peningkatan Ekspor dan Investasi 
            (Timnas PEPI)
13.7. Kebijakan Pemerintah dalam Bidang
            Kehutanan
13.7.1. Tata ruang kehutanan ditata
                kembali
13.7.2. Konsesi HPH-tanaman
                ditambah menjadi 35 tahun
13.7.3. Pengusaha kehutanan
                diwajibkan membayar dana
                SDM
13.7.4. Izin pemanfaatan kayu bagi
                areal PLG distop
13.7.5. DR Dibayarkan dalam
                rupiah, sejak 1 Januari 1998
13.7.6. 50% kayu IPK wajib untuk
                konsumsi domestik
13.8. Kebijaksanaan dalam Bidang
            Industri
13.8.1. Ijin usaha industri

13.8.2. Penyederhanaan prosedur
                perijinan
13.8.3. Standar kualitas produk pulp
                dan kertas
13.9. Kebijakan dalam Bidang
            Perdagangan
13.9.1. Fasilitas dalam rangka
                meningkatkan ekspor
13.9.2. Penyederhanaan ketentuan
                ekspor
13.9.3. Penyelenggaraan pelabuhan

XIV.    PROYEKSI SUPLAI DAN DEMAND
14.1. Proyeksi Kapasitas Produksi Pulp
14.2. Kertas
14.2.1. Kertas industri
14.2.2. Kertas budaya
14.2.3. Kertas tissue
14.2.4. Kertas rokok
14.2.5. Kertas lain
14.3. Proyeksi Produksi
14.3.1. Pulp
14.3.2. Jenis Kertas
14.3.2.1. Kertas industri
14.3.2.2. Kertas budaya
14.3.2.3. Kertas tissue
14.3.2.4. Kertas rokok
14.3.2.5. Kertas lain
14.4. Proyeksi Produksi Kertas Nasional
14.5. Proyeksi Konsumsi
14.5.1. Kertas industri
14.5.2. Kertas budaya
14.5.3. Kertas tissue
14.5.4. Kertas rokok
14.5.5. Kertas lain
14.5.6. Proyeksi kebutuhan pulp dan
                kertas bekas

XV.    KESIMPULAN DAN PROSPEK
15.1. Kesimpulan
15.1.1. Aspek supply-demand dan
                ekspor
15.1.2. Setiap tahun butuh bangun
                pabrik kertas
15.1.3. Keunggulan industri pulp &
                kertas Indonesia
15.1.4. Kendala yang dihadapi
15.2. Peluang Bisnis Pulp dan Kertas
            Masih Cukup Bagus
15.2.1. Pedoman pemerintah untuk
                investasi pulp
15.3. Prospek
15.4. Potensi Ekspor Pulp dan Kertas

DIREKTORI



  

 
< Prev   Next >

 

Ext Links


IDR Rate BCA

8-Sep-2010 / 16:33 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9100.00 8900.00
SGD 6776.45 6603.45
HKD 1171.45 1143.75
GBP 14080.00 13718.00
AUD 8347.30 8128.30
JPY 109.23 105.80
EUR 11560.05 11279.05
SAR 2436.20 2364.20

Sales & Marketing

Chat with usChat with us

Access Subscription






Lost Password?
No account yet? Register

My Subscriptions list

No active or expired subscriptions. View Available Subscriptions

World Time Zone

time1
time2
time3

Visitor Map

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday119
mod_vvisit_counterYesterday299
mod_vvisit_counterThis week1676
mod_vvisit_counterThis month3257
mod_vvisit_counterAll260264

Main Office:
PT. MEDIA DATA RISET
Jl. SMA XIV No. 12A, Cawang
East Jakarta, 13630
Phone     : +62-21- 8093140
Fax         : +62-21- 8096071
Email      : info@mediadata.co.id
Website   : www.mediadata.co.id