Skip to content

PT Media Data Riset Survey Research Services

You are here: Home arrow Multi Client Studies arrow MCS Indonesia Edition List All arrow Progres 2nd Fast Track Kinerja dan Peluang Investasi Kelistrikan Indonesia, 2010-2018
Progres 2nd Fast Track Kinerja dan Peluang Investasi Kelistrikan Indonesia, 2010-2018 Print

 

FOREWORD

Sampai saat ini kondisi penyediaan energi listrik di sejumlah sub sistem kelistrikan nasional masih dalam kondisi defisit, tanpa tambahan daya pada 2008 Sistem Interkoneksi Jawa Bali kembali didera  krisis saat cadangan daya di sistem hanya berkisar 27%. Sepanjang 2008-2009 pemadaman bergilir masih kerap terjadi di seluruh cakupan wilayah pelayanan PLN, tak terkecuali di Sistem Interkoneksi Jawa Bali yang notabene dilaporkan berstatus normal.

Sementara kondisi krisis masih akan terus berlanjut di luar Jawa jika ke 44 proyek garapan Independen Power Producer (IPP) tidak terealisasi meliputi 24 lots proyek kemitraan (1.100 MW), 16 lots proyek penanggulangan krisis listrik (776 MW) dan 4 lots proyek Infrastructure Summit . Sebetulnya sudah sejak 90-an pemerintah dan PLN membuka kesempatan bagi swata ikut berperan dalam pengembangan infrastruktur kelistrikan nasional. Namun sampai saat ini tingkat keberhasilan (Ratio Success) sejumlah Proyek IPP baik Generasi I (periode 1992-1998) maupun Generasi  II (periode 2005-2008)  terhitung masih belum maksimal.

Dalam upaya mengatasi krisis lewat Perpres 71/ 2006 dan 72/ 2006 pemerintah menugaskan  PT PLN (Persero) sebagai pelaksana dan koordinator Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara 10.000 MW (Crash Program) berkapasitas total 9.475 MW, meliputi 10 lokasi di Jawa (7.460 MW) dan 30 lokasi di Luar Jawa (2.513 MW) ditargetkan rampung 2011. Namun, beberapa kendala krusial diantaranya pendanaan proyek yang tidak mendapat jaminan penuh pemerintah  menghambat akselerasi realisasi Crash Program, sampai awal 2010 sebagian besar  status kemajuan pekerjaan sebagian besar proyek masih di bawah 25%.

Sementara tingkat kebutuhan energi listrik dalam sepuluh tahun ke depan   diprediksi rata-rata berkisar 7% s.d 9,7%, meskipun Crash Program dapat rampung sesuai jadwal, segenap daya tambahan pembangkitnya akan terserap seluruhnya di tahun 2011. 

Setelah melalui proses panjang, pemerintah kembali menugaskan PLN untuk merealisasikan Program Percepatan 10.000 MW Tahap II (2nd Fast Track)  lewat Perpres No. 4 Tahun 2010 yang ditandatangani Presiden SBY 11 Januari 2010.  2nd Fast Track berkapasitas total  10.677 MW terdiri dari PLTU dan PLTP (3.583 MW), PLTGU (1.626 MW),PLTMH (1.174 MW), meliputi proyek PLN (6.415 MW) dengan kebutuhan investasi sekitar US$ 7,6 milyar, dan IPP (4.262 MW) berkisar US$ 8.450 juta. Berbeda dari sebelumnya, dari sisi pendanaan proyek  Perpres No. 4/ 2010 menyatakan  2nd Fast Track akan dibiayai oleh APBN, APLN, dan sumber pendanaan lain.

Sampai 2018, Sistem Kelistrikan Nasional diprediksi membutuhkan tambahan daya sekitar 57.500 MW atau 5.750 MW per tahun,  pada 2009 direncanakan pembangunan sejumlah proyek pembangkit mencapai kapasitas 35,3 GW terdiri dari proyek PLN dan 22,2 GW lainnya diserahkan kepada IPP. Dalam tempo sepuluh tahun mendatang secara gradual  pemerintah akan mengarahkan IPP untuk lebih berperan hingga dapat berkontribusi sekitar 40% dari total pangsa penyediaan energi listrik nasional di tahun 2018.

Sedangkan total kebutuhan investasi kelistrikan di Indonesia sampai 2018 diproyeksikan mencapai US$83.69 milyar meliputi proyek pembangkit  US$56.57 milyar, Transmisi US$14.10 milyar, dan distribusi US$12,38 milyar.
 
Dalam upaya mendorong iklim investai lebih kondusif dalam pengembangan infrastruktur kelistrikan, pada 23 September 2009   pemerintah menerbitkan UU Kelistrikan No.30/ 2009, dimana pasal 3 ayat 1  menyatakan penyediaan dan penyelenggaraan kelistrikan dilakukan pemerintah pusat dan daerah.

Dengan membahas permasalahan kelistrikan di Indonesia, termasuk progres proyek 10.000 MW tahap I dan II serta pengembangan infrastruktur kelistrikan lainnya, diperkaya prospek sumber daya batubara dan panas bumi Indonesia serta akselerasi implementasi kebijakan diversifikasi energi, menjadikan Buku Studi ini sangat bermanfaat bagi para pelaku industri ketenagalistrikan termasuk PLN dan badan usaha terkait serta lembaga pembiayaan baik domestik maupun internasional.

Studi yang disusun setebal 500 halaman, kami tawarkan Rp.5.500.000 (Lima Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) per copy untuk versi Bahasa Indonesia, atau US$800 (Delapan ratus US Dollar) per copy dalam Bahasa Inggris. Peminat dapat langsung menghubungi PT Media Data Riset, Jakarta, melalui telepon ((021) 809 3140, 898 6071, atau mobile 0852 1706 1945  (Mansur S), faksimile (021) 809 6071.

DAFTAR ISI


I.    PENDAHULUAN
II.     PERFORMA SISTEM KELISTRIKAN NASIONAL
2.1.    Potret Sistem Kelistrikan Nasional 1966-2008
2.1.1.     RE per Provinsi Status Desember 2008
2.1.1.1. RE Desa Berlistrik Status Desember 2008
2.1.2.     Perkembangan Inftrastruktur Kelistrikan Nasional 2008
2.1.2.1. Kondisi Penyediaan dan Pasokan Energi Listrik s.d 2008  
2.2.     Mata Rantai Pasokan Energi Listrik Nasional
2.3.     Manajemen Energi dan Krisis Listrik Nasional
2.3.1.    Peran ESDM Dalam Pembangunan Nasional
2.3.2.    Dasar Hukum dan Kebijakan Energi Indonesia
2.3.2.1. Dasar Hukum Pengelolaan Energi Nasional
2.3.2.2.     Kerangka Kebijakan Pengelolaan  Energi  Nasional
2.3.2.3.    Perkembangan Kebijakan Energi Nasional
2.3.2.4.    Kebijakan Energi Nasional  (Berdasarkan UU Energi No.30 Tahun   2007)
2.3.2.5. Inpres No.2/ 2008 Tentang Penghematan  Energi Dan Air (Revisi Inpres No.10  Tentang Penghematan Energi)
2.3.3.     Gambaran Umum Energi Indonesia
2.3.3.1.     Cadangan Dan Produksi Energi Fosil  2008
2.3.3.2. Cekungan Hidrokarbon Indonesia
2.3.3.3. Optimalisasi Produksi Minyak Bumi   1950-2030 (Metoda M King Hubert)
2.3.3.4.    Cadangan Dan Produksi Energi Non Fosil 2008
2.3.4.     Sumber Daya dan Terminal Batubara
2.3.4.1.  Cekungan Batubara dan CBM  Indonesia
2.3.4.2.     Rencana Lokasi Pencairan Batubara
2.3.5.     Potensi Geothermal Nasional
2.3.5.1.     Wilayah Pengembangan Panas Bumi 2008
2.3.6.     Kebutuhan Energi Indonesia
2.3.6.1.     Program Diversifikasi Energi

III.      INFRASTRUKTUR KELISTRIKAN NASIONAL
3.1.     Kapasitas Terpasang Pembangkit Nasional 2007-2009
3.1.1.     Kapasitas Daya Menurut Pembangkit (PLN)  2003-2008
3.1.2.     Daya Mampu Menurut Pembangkit (PLN)  1999-2007
3.1.3.     Jumlah Unit Pembangkit (PLN) 1999-2007
3.1.4.     Faktor Beban, Kapasitas, dan Faktor Permintaan Energi Listrik 1999-2007
3.1.5.     Penggunaan Energi Primer Pembangkitan  1999-2007
3.1.5.1.     Harga Satuan Energi Primer  Pembangkitan 1999-2007
3.2.     Komposisi Pembangkit Menurut Energi Primer  2007-2008
3.3.     Target Pemanfaatan Energi Primer Pembangkitan  2007-2008

IV.     KINERJA KELISTRIKAN NASIONAL
4.1.     Produksi & Konsumsi Energi Listrik Nasional 2002-2007
4.1.1.     Produksi Energi Listrik Menurut Pembangkit 2002-2007
4.1.2.     Produksi dan Pembelian Energi Listrik 2003-2007
4.1.2.1.     Produksi dan Pembelian Energi Listrik Menurut Pembangkit 1999-2007
4.1.3.     Pertumbuhan dan Komposisi Penjualan Energi Listrik 2003-2008
4.1.3.1. Penjualan Energi Listrik per Jenis Tegangan 1999-2007
4.1.4.     Konsumsi Listrik Nasional Menurut Kelompok Tarif 1999-2007
4.1.4.1. Konsumsi Listrik per Wilayah Menurut Kelompok Tarif 2007
4.2.     Rasio Elektrifikasi per Provinsi 1980-2009
4.3.     Rasio Desa Berlistrik per Provinsi 2006-2009
4.3.1.     Program Listrik Pedesaan 2009  (Sumber Pembiayaan APBN) 
4.3.2.     Rencana Program Listrik Pedesaan 2009 (Sumber Pembiayaan APBN)

V.     KEBIJAKAN KETENAGALISTRIKAN NASIONAL
5.1.     Kebijakan Tarif
5.2.     Kebijakan Pemanfaatan Energi Primer
5.3.     Penanganan Listrik Desa dan Sosial
5.4.     Standarisasi, Keamanan, Keselamatan dan Pengawasan
5.6.     Manajemen Permintaan dan Penyediaan Tenaga Listrik
5.7.    Integrated Resource Planning Program

VI.     KRISIS KELISTRIKAN NASIONAL
6.1.     Kondisi Penyediaan Energi Listrik Nasional 2007-2009
6.2.     Fenomena Krisis Listrik Nasional 2007-2008
6.3.     Defisit 8 Sub Sistem Kelistrikan Nasional per Oktober 2008
6.4.     Upaya  Meredam Krisis Listrik Nasional
6.4.1.     Mega Proyek Kelistrikan Nasional Senilai US$208 Miliar
6.5.     Pertumbuhan Kebutuhan Energi Listrik 2009-2018
6.5.1.     Beban Puncak dan Penjualan Listrik 2008-2018
6.5.2.     Rencana Pengembangan Pembangkit Nasional 2009-2018
6.5.3.     Proyeksi Tambahan Daya Menurut Spesifikasi Pembangkit s.d 2018
6.6.     Pemerintah, PLN dan Proyek Kelistrikan 10.000 MW Tahap I dan II
6.6.1.     Pengadaan IPP
6.6.1.1.    Mekanisme Pembelian Listrik Swasta
6.6.1.2.    Pedoman Harga Pembelian Listrik (Permen ESDM No. 5/2009 Tentang Pedoman Pembelian Listrik oleh PLN dari Koperasi atau Badan Usaha Lain)
6.6.1.3.    Penetapan Harga Pembelian Listrik PT PLN (Persero)
6.7.    Prospek, Strategi dan Kebijakan PLN
6.7.1.    Prospek Usaha
6.7.1.1.    Pemasaran
6.7.1.2.    Sasaran
6.7.1.3.    Strategi
6.7.1.4.    Kebijakan
6.8.    Pencapaian Kinerja PLN 2008

VII.  PROYEK KELISTRIKAN NASIONAL
7.1.     Proyek Percepatan Pembangunan PLTU Batubara 10.000 MW
7.1.1.     Dasar Pemikiran dan Landasan Hukum
7.1.1.1.     Tujuan Pembangunan PLTU Batubara 10.000 MW
7.1.1.2.     Kebutuhan Dana Investasi Proyek Crash Program
7.1.1.3.     Dukungan Regulasi
7.1.1.4.    Penetapan Lokasi Proyek PLTU Batubara
7.1.2.     Akselerasi Realisasi Proyek Crash Program
7.1.2.1.     Progres Status Proyek 10 PLTU Batubara di Jawa
7.1.2.2.     Kemajuan Fisik Sembilan Proyek PLTU di Jawa per Juni 2009
7.1.2.3.     Progres Status 25 Proyek PLTU Luar Jawa per Juni 2009
7.1.2.4.     Kemajuan Fisik 22 Proyek PLTU Luar Jawa per Juni 2009
7.1.2.5.     Kontrak Batubara 10 PLTU di Jawa 2009-2011.
7.1.2.6.     Re Kalkulasi Nilai Proyek PLTU Batubara 10.000 MW
7.1.2.7.     Pemerintah, PLN dan Eskalasi Nilai Proyek Crash Program
7.1.2.8.     EPC Contracts 7 Proyek PLTU Luar Jawa Senilai Rp.2,31 Trilyun.
7.1.2.9.     Bank Lokal Kucurkan US$288,56 Juta untuk PLTU Labuan
7.1.2.10. EPC Contracts 2 PLTU Proyek Crash Program
7.1.2.11. WIKA Garap 8 Proyek PLTU Batubara Senilai Rp2,3 Trilyun
7.1.2.12.    Dongfang, Cina Huadian dan PLTU Tanjung Kasam
7.1.3.     Progres Realisasi Proyek Listrik Swasta (IPP) Generasi I & II (1992-2009)
7.1.3.1.     Success Ratio Proyek IPP Generasi I & II.
7.1.3.2.     Penandatanganan 23 PPA Untuk Daerah Krisis Listrik 2007
7.1.3.3.     40 Lokasi Proyek Baru IPP 2007
7.1.3.4.     14 Proyek IPP Tahap Konstruksi per Desember 2008
7.1.3.5.     30 Proyek Listrik Swasta Tahap Financing per Desember 2008
7.1.3.6.     Proyek IPP per wilayah Menurut Pembangkit Status Januari 2009.
7.1.3.7.     16 Proyek IPP Tahap Operasi Menurut Pembangkit per Januari 2009
7.1.3.8.     16 Proyek IPP Tahap Pembangunan Menurut Pembangkit per Januari 2009
7.1.3.9.     28 Proyek IPP Tahap Financing Menurut Pembangkit per januari 2009
7.1.3.10. Bank Mandiri Danai Pembangkit Listrik Petrogres US$61 Juta
7.1.3.11.    Energy Sengkang Investasikan US$136 Juta
7.1.3.12.    Monnet Ispat & Energy Ltd Bangun PLTU MT US$1 Miliar   
7.2.     Tantangan & Peluang Bisnis Listrik Swasta di Indonesia 2009-2018
7.2.1. Performa Proyek IPP Indonesia per April 2009.
7.2.1.1.     27 Proyek IPP di Jawa Bali Menurut Pembangkit s.d 2018 (Rencana)
7.2.1.2.     65 Proyek IPP di Luar Jawa Menurut Pembangkit s.d 2018
7.2.2.    Peran IPP dalam Proyek Kelistrikan Nasional 2008-2018
7.2.2.1.    Kebutuhan Dana Investasi Proyek IPP 2008-2018
7.3.     Progres Rencana Proyek Kelistrikan 10.000 MW Tahap II (2nd Fast Track Program)
7.3.1.    18 Lokasi Proyek 2nd Fast Track Program di Jamali Menurut Pembangkit
7.3.1.1.    62 Lokasi Proyek Luar Jawa Menurut Pembangkit
7.3.2.    Perkembangan Rencana 2nd Fast Track Program per April 2009
7.3.2.1.    Kapasitas Daya Proyek Pembangkit PLN (2nd Fast Track)
7.3.2.2.    Kapasitas Daya Proyek Pembangkit IPP (2nd Fast Track)
7.3.2.3.    23 Lokasi Proyek IPP di Jawa Menurut Pembangkit 2nd Fast Track)
7.3.2.4.    31 Proyek IPP Luar Jawa per Wilayah Menurut Pembangkit
7.3.2.5.    Renacana Tender Proyek 2nd Fast Track  Senilai US$17,3 Miliar
7.3.2.6.    Tender Proyek PLTU Pemalang Senilai US$2,57 Miliar.
7.3.2.7.    Pertamina GE & Enam Proyek PLTP Senilai US$200 Juta.
VIII.    PENDANAAN PROYEK PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KELISTRIKAN NASIONAL
8.1. Mekanisme Investasi Penyediaan Energi Listrik
8.1.1.     Kebutuhan Dana Investasi Kelistrikan Nasional
8.1.2.     Upaya Minimalisasi Resiko Investasi Kelistrikan Nasional
8.2. Pemerintah, PLN dan Pendanaan Proyek PLTU Batubara 10.000 MW (Carilah Dana Sampai ke Negeri China)
8.2.1.     Peran Perbankan China dan Pendanaan Empat PLTU Batubara di Jawa
8.2.1.1.     Cexim Siap Biayai 4 Proyek PLTU Batubara di Jawa
8.2.1.2.     Akhir 2008 PLN Masih Butuh Dana Realisasi Proyek Crash Program 
8.2.1.3.     Februari 2009 Cexim Cairkan Dana Paiton Dan Suralaya US$90 Juta
8.2.1.4.     Bank Domestik Kucurkan US$288,56 Juta Untuk PLTU Labuan
8.2.1.5.     Perbankan China dan Eropa Suntik  Dana US$400 juta
8.2.2.     Proyek PLN Butuh Dana US$6 Miliar
8.2.3.     PLN dan Penerbitan Obligasi 2008

IX.     PENGEMBANGAN TRANSMISI DAN DISTRIBUSI ENERGI LISTRIK NASIONAL
9.1.     Kondisi Transmisi dan Distribusi Listrik Nasional
9.1.1.     Pengembangan Transmisi 2006-2010
9.1.1.1.    Pengembangan Gardu Induk
9.1.2.     Pengembangan Sistim Distribusi

X.     ENERGI PRIMER
10.1.     Sebaran Kekayaan dan Prospek Batubara Indonesia  2008
10.2.     Sebaran Kekayaan dan Prospek Geothermal Nasional 2008   

XI.     PROGRAM DAN PROYEKSI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KELISTRIKAN NASIONAL
11.1. Program Pengembangan Infrastruktur Kelistrikan Nasional 2009
11.2. Proyeksi Tambahan Pembangkit 2009-2010
11.3. Proyeksi Kebutuhan Energi Listrik Nasional 2009-2010
11.4. Proyeksi Kebutuhan Energi Listrik Nasional 2008-2027 (Sesuai RUKN 2008-2027)
XII.     PROSPEK DAN KESIMPULAN

Lampiran
UU No.30 Tahun 2007 Tentang Energi

 
< Prev   Next >

 

Ext Links


IDR Rate BCA

8-Sep-2010 / 16:33 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9100.00 8900.00
SGD 6776.45 6603.45
HKD 1171.45 1143.75
GBP 14080.00 13718.00
AUD 8347.30 8128.30
JPY 109.23 105.80
EUR 11560.05 11279.05
SAR 2436.20 2364.20

Sales & Marketing

Chat with usChat with us

Access Subscription






Lost Password?
No account yet? Register

My Subscriptions list

No active or expired subscriptions. View Available Subscriptions

World Time Zone

time1
time2
time3

Visitor Map

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday123
mod_vvisit_counterYesterday299
mod_vvisit_counterThis week1680
mod_vvisit_counterThis month3261
mod_vvisit_counterAll260268

Main Office:
PT. MEDIA DATA RISET
Jl. SMA XIV No. 12A, Cawang
East Jakarta, 13630
Phone     : +62-21- 8093140
Fax         : +62-21- 8096071
Email      : info@mediadata.co.id
Website   : www.mediadata.co.id