Skip to content

PT Media Data Riset Survey Research Services

You are here: Home arrow Multi Client Studies arrow MCS Indonesia Edition List All arrow Kinerja dan Peluang Bisnis Gas Indonesia, 2010-2014 ( Dilengkapi Akselerasi Gas Kota )
Kinerja dan Peluang Bisnis Gas Indonesia, 2010-2014 ( Dilengkapi Akselerasi Gas Kota ) Print

 

FOREWORD


Eksploitasi minyak Indonesia telah berlangsung lebih dari satu abad secara  berkala terus menguras potensi minyak yang ada, cadangan minyak bumi Indonesia (2009) 7.998 MMSTB (terbukti 4.303 MMSTB dan potensial 3.695 MMSTB), dengan tingkat produksi 357 juta barel per tahun, minyak Indonesia diprediksi akan habis dalam tempo sekitar 10 tahun.

Sementara lima belas tahun terakhir perkembangan cadangan gas bumi cenderung terus meningkat hingga, per Januari 2009 tercatat sekitar 159 trilyun standar kaki kubik (TSCF). Dengan tingkat produksi sekitar 2,74 TSCF per tahun, eksploitasi cadangan gas bumi diprediksikan masih dapat berlangsung dalam waktu sekitar 40 tahun.

Seiring bergulirnya UU Migas No 21/2002, dan Kepres No. 57/2002, berpotensi mengubah pola pengelolaan industri migas Indonesia, antara lain pembagian lebih tegas  antara fungsi pemerintah, pengatur dan pelaku usaha migas, pemilahan rantai usaha dalam sejumlah kegiatan utama (unbundling) serta penekanan pada liberalisasi sisi hilir migas. Pasal 8 ayat 1 UU 21/2002 dengan tegas menyatakan pemerintah mesti memprioritaskan pemanfaatan gas bagi kebutuhan konsumsi domestik.

Dalam waktu lima tahun terakhir, kebutuhan gas domestik meningkat cukup signifikan atau hampir mencapai 100% dari 29,6% (2002) menjadi 49,5% (2008), selama periode 2003-2008 telah ditandatangani 96 kontrak bisnis gas dari beragam pengguna. Secara akumulatif volume kontrak gas mencapai 14,56 TCF, meliputi Sektor Industri 5,9 TCF (41%), kelistrikan 5,83 TCF (40%), industri pupuk sebesar 2,83 TCF (19%). Namun sampai saat ini, keterbatasan infrastruktur dan keekonomian kerap menyebabkan kelangkaan pasokan gas domestik.

Pada akhir Juni 2009 dikabarkan DESDM menyiapkan program jangka pendek (2010-2014) antara lain, penyederhanaan birokrasi perijinan pengusahaan, peningkatan produksi dan pemanfaatan energi untuk kepentingan dalam negeri (domestic market obligation).

Mengacu keterangan Dirjen Migas Evita Legowo, di anggaran 2010, terdapat 7 (tujuh) kegiatan prioritas migas, antara lain, pembangunan jaringan transmisi dan distribusi gas, pelayanan dan pemantauan usaha gas bumi, front end engineering design (FEED) pembangunan kilang mini LPG.

Mengingat sumber dana APBN masih dibawah kisaran 10% (dari kebutuhan), dibutuhkan peran swasta untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengembangan gas Indonesia 2010-2014.

Dengan membahas permasalahan industri gas Indonesia, termasuk progres produksi dan pemanfaatanya, diperkaya prospek sumber daya gas bumi  domestik serta akselerasi implementasi kebijakan diversifikasi energi, menjadikan Buku Studi ini sangat bermanfaat bagi para pelaku industri gas termasuk pemerintah dan badan usaha terkait serta lembaga pembiayaan baik domestik maupun internasional.

Studi yang disusun setebal 500 halaman, kami tawarkan Rp.5.500.000 (Lima Juta Lima Ratus Rupiah) per copy untuk versi Bahasa Indonesia, atau US$800 (Delapan ratus US Dollar) per copy dalam Bahasa Inggris. Peminat dapat langsung menghubungi PT Media Data Riset, Jakarta, melalui telepon (021) 809 3140, 898 6071, faksimile (021) 809 6071 email : i This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it / This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it


Table of Content


1.     PENDAHULUAN

2.     ENERGI INDONESIA
2.1.     Cekungan Hidrokarbon Indonesia
2.1.1.     Cadangan Migas
2.1.2.     Sumber Daya, Cadangan dan Terminal Batubara
2.1.2.1. Potensi dan Rencana Lokasi Pencairan Batubara 
2.1.2.2.     Coal Bed Methane (CBM) Indonesia
2.2.     Sumber Daya dan Produksi Energi Fosil 2008-2009
2.2.1. Progres Status Energi Non Fosil 2008-2009
2.2.2.    Potensi Geothermal Indonesia

3.    KEBIJAKAN UMUM ENERGI INDONESIA 2002-2025
3.1.     Diversifikasi Energi (Primer)
3.1.1.     Konservasi Energi
3.1.2.     Insentif Investasi Penyediaan Bahan Bakar Domestik
3.1.3. Akselerasi Nilai Tambah Energi Nasional.
3.2.    Proyeksi Kebutuhan Energi Indonesia 2025
3.2.1. Progres Target Energi (Primer)  Mix 2025

4.    PERAN ENERGI DAN MINERAL DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL
4.1. Kebutuhan Investasi Pengembangan Sektor ESDM 2010-2014
4.2. Kontribusi Energi dan Mineral Bagi Perolehan Negara 2008-2009
4.2.1.    Perkembangan Perolehan Negara 2004-2009
4.2.2.     Dana Bagi Hasil Daerah
4.2.3.     Comunity Development
4.2.4. Perkembangan Neraca ESDM 2004-2008
4.3.     Realisasi Subsidi Energi 2008-2009
4.3.1. Perkembangan Subsidi Energi 2004-2009   
4.4.     Perkembangan Investasi Sektor ESDM 2004-2009
4.5.      Produksi Energi Fosil 2004-2009
4.6. Performa Pengembangan BBN 2004-2009
4.7.    Pengembangan Sistem Kelistrikan Nasional 2004-2009
4.7.1. Kebutuhan Investasi Kelistrikan 2010-2014

5.     SUMBER DAYA DAN PENGUSAHAAN MIGAS NASIONAL
5.1.    Perkembangan Cadangan Migas (Terbukti) 1993-2008
5.1.1. Sumber Daya Migas Indonesia Status 2009
5.1.2.    Perkembangan Cadangan Minyak 1993-2008
5.1.3.    Perkembangan Cadangan Gas Bumi 1993-2008
5.2. Kegiatan Hulu Migas Indonesia
5.2.1. Pengusahaan Sumber Daya Migas
5.2.2. Wilayah Eksplorasi Migas
5.2.3. Kinerja Hulu Migas 2008-2009
5.2.3.1.    Kontribusi Migas Bagi Penerimaan Negara 2003-2009
5.2.3.2.     Dana Bagi Hasil Migas
5.2.3.3.    Investasi dan Wilayah Kerja Migas 2009
5.2.3.4.    Pemenang & KKS WK MIGAS & GMB 2008/ 2009
5.2.3.5.    Akselerasi Realisasi Survei Seismic 2D & 3D 2003-2009
5.2.3.6.    Eksplorasi dan Temuan Sumur Baru 2003-2009
5.2.3.7. Pemboran Pengembangan 2005-2009
5.2.3.8. Cost Recovery dan Production Cost 2002-2008
5.2.3.9.    Rekapitulasi WP&B Eksplorasi 2009
5.2.3.10.    Rekapitulasi WP&B Eksploitasi/Produksi 2009
5.2.3.11.    Produksi Sumur (Baru) 2008 dan Lapangan OnStream 2009
5.2.3.12.    Realisasi Produksi Migas dan Lifting 2008-2009
5.3.     Profil Produksi Migas Indonesia

6.     CADANGAN DAN INFRASTRUKTUR GAS INDONESIA
6.1. Pertumbuhan Cadangan Gas Indonesia 1993-2009
6.1.1.    Infrastruktur Gas Nasional (Status 2009)
6.2. Kilang Gas Indonesia (Eksisting) Status 2009
6.2.1.     Kilang Gas Menurut Operator dan Jenis Olahan
6.3.     Jaringan Pipa Gas Indonesia   
6.3.1.     Jalur Pipa Grissik-Duri
6.3.2.     Sistem Transportasi Gas Sumatera dan Natuna
6.3.2.1. Sistem Transmisi Gas Sumatera Selatan-Jawa Barat
6.3.2.2. Sistem Transmisi Gas Jawa Timur
6.3.2.3. Sistem Transmisi Gas Bontang-Kalimantan Timur
6.3.3.    Sistem Transportasi Gas Bumi Sulawesi
6.3.4.     Jaringan Pipa Gas PGN
6.3.5.     Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Indonesia

7.     PRODUKSI & PEMANFAATAN GAS INDONESIA
7.1.     Potensi dan Peran Gas Indonesia
7.2.     Rasio Harga Gas Terhadap Minyak
7.3.     Gambaran Umum Supply & Demand Gas Indonesia 2000-2008
7.3.1.     Kondisi Alokasi Gas Domestik 
7.3.1.1. Akselerasi PJBG Domestik 2003-2009
7.3.2.1.    Pemenuhan Gas Domestik VS Ekspor Gas 2002-2009
7.4.     Realisasi Produksi Gas Bumi 2009
7.4.1.     Produksi & Pemanfaatan Gas Indonesia 2000-2009
7.4.1.1.    Produksi Gas Bumi Menurut Operator 2005- 2009
7.4.1.2.    Pemanfaatan Gas Menurut Operator 2000- 2009
7.5.     Progres Pengembangan Gas Indonesia (Status 2009)
7.5.1. Potensi Tambahan Produksi Gas 2009
7.6.    Kebutuhan Gas Domestik
7.6.1.     Gas Untuk Listrik 2009-2018 
7.6.2. Alokasi Gas Revitalisasi Industri Pupuk
7.6.3.     Gas Industri

8. BAHAN BAKAR INDONESIA
8.1. Kebijakan Bahan Bakar Indonesia
8.2. Kebijakan Gas Kota

9. GAS KOTA
9.1.    Konsumsi Bahan Bakar Kebutuhan Rumah Tangga (RT) Indonesia
9.1.1.     Konsumsi Gas Bumi Untuk RT
9.2.    Gambaran Umum Penyediaan Gas Kota
9.2.1.    Potensi Pasokan Gas Kota
9.2.2.    Progres Pengembangan Gas Kota
9.2.3.    Parameter Konversi Minyak Tanah ke Gas Bumi (Jawa & Luar Jawa)
9.2.3.1.    Jumlah RT Terlayani Dari Konversi Kerosene ke Gas Bumi
9.2.3.2.    Keekonomian Gas Bumi Terhadap Bahan Bakar Lain
9.2.3.3.    Simulasi Keenomian Investasi Infrastruktur Gas (1000 RT)
9.2.3.4.    Harga Jual Gas (1000 RT)
9.2.3.5.    10 Kota Peluang Pengembangan Gas  

10.    PROSPEK DAN KESIMPULAN

Lampiran : UU N0. 21/ 2002 Tentang Migas KKKS Produksi dan Eksplorasi 2009

 

 
< Prev   Next >

 

Ext Links


IDR Rate BCA

8-Sep-2010 / 16:33 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9100.00 8900.00
SGD 6776.45 6603.45
HKD 1171.45 1143.75
GBP 14080.00 13718.00
AUD 8347.30 8128.30
JPY 109.23 105.80
EUR 11560.05 11279.05
SAR 2436.20 2364.20

Sales & Marketing

Chat with usChat with us

Access Subscription






Lost Password?
No account yet? Register

My Subscriptions list

No active or expired subscriptions. View Available Subscriptions

World Time Zone

time1
time2
time3

Visitor Map

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday126
mod_vvisit_counterYesterday299
mod_vvisit_counterThis week1683
mod_vvisit_counterThis month3264
mod_vvisit_counterAll260272

Main Office:
PT. MEDIA DATA RISET
Jl. SMA XIV No. 12A, Cawang
East Jakarta, 13630
Phone     : +62-21- 8093140
Fax         : +62-21- 8096071
Email      : info@mediadata.co.id
Website   : www.mediadata.co.id