Skip to content

PT Media Data Riset Survey Research Services

You are here: Home arrow Multi Client Studies arrow MCS Indonesia Edition List All arrow Industri dan Pemasaran Gula di Indonesia 2009
Industri dan Pemasaran Gula di Indonesia 2009 Print

FOREWORD

Sejak tahun 1995, produksi gula Indonesia terus melorot dari 2 juta ton menjadi hanya 1,4 juta ton pada tahun 2000 sehingga bisnis ini sempat tidak menarik minat investor. Degradasi industri pergulaan nasional antara lain disebabkan produktivitas lahan tebu yang terus menyusut, penurunan efisiensi pabrik gula karena berusia tua, serta harga gula yang tidak stabil sehingga melemahkan semangat petani untuk menanam tebu.

Namun, mulai tahun 2003 industri dan perdagangan gula Indonesia kembali menggeliat dan memberikan angin segar. Produksi gula nasional mengalami peningkatan, yaitu dari 1,6 juta ton pada tahun 2003 menjadi 2,25 juta ton pada tahun 2005 dan meningkat lagi menjadi 2,27 juta ton pada tahun 2006. Pada tahun 2008 lalu, produksi gula nasional dari 58 pabrik gula yang ada mengalami peningkatan cukup signifikan dari tahun sebelumnya menjadi 2,78 juta ton. Apabila digabung dengan produksi gula rafinasi yang berbahan baku impor, total produksi gula nasional di tahun 2008 menjadi 4,2 juta ton. Jumlah tersebut terdiri atas gula konsumsi sebanyak 2,7 juta ton dan gula rafinasi untuk industri makanan, minuman dan farmasi sebanyak 1,5 juta ton. Sementara total konsumsi gula nasional adalah sebanyak 3,5 juta ton yang terdiri atas konsumsi rumah tangga sebanyak 2 juta ton dan konsumsi industri 1,5 juta ton. Dengan demikian, di tahun 2008 tersebut Indonesia mulai surplus (swasembada) gula konsumsi rumah tangga (gula pasir) sekitar 700.000 ton.

Keberhasilan meningkatkan produksi gula tersebut dipicu oleh tekad pemerintah Indonesia dan para pemangku kepentingan di bidang agribisnis dan agroindustri gula untuk membangkitkan industri gula nasional sehingga mampu bersaing di tingkat internasional. Pemerintah melakukan program revitalisasi perkebunan tebu, revitalisasi pabrik gula, serta menarik para investor untuk membangun pabrik gula baru terutama di luar Pulau Jawa. Saat ini, di Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua tersedia potensi lahan untuk perkebunan tebu seluas 576.000 hektar. Berdasarkan hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Gula Indonesia (P3GI), dari luas potensi lahan tersebut seluas 284.500 hektar dinilai sesuai untuk pengembangan tanaman tebu dengan potensi produksi di atas 65 – 70 ton tebu per hektar.

Untuk lebih memacu produksi gula dalam negeri, pada tahun 2009 ini pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan impor gula. Untuk gula rafinasi (refined sugar), jika pada tahun 2007 Indonesia menetapkan kuota impor sebanyak 650.000 ton, maka di tahun 2009 kuota tersebut dipangkas sebesar 50% sehingga menjadi 325.000 ton saja. Kemudian untuk gula kasar (raw sugar), jika pada tahun 2007 jumlah kuota impornya sebesar 1,55 juta ton, maka tahun 2009 dipangkas sebesar 20% sehingga tinggal 1,2 juta ton. Pembatasan kuota impor tersebut diharapkan dapat memacu para petani tebu untuk meningkatkan produksinya dan pabrik gula rafinasi nasional dapat bekerja sama dengan para petani tebu dalam negeri. 

Upaya peningkatan produksi gula nasional, selain bertujuan mencapai cita-cita pemerintah untuk swasembada gula, juga diharapkan Indonesia dapat meningkatkan ekspor gula sehingga mampu bersaing di tingkat internasional. Saat ini, ekspor gula Indonesia masih sangat rendah, bahkan kalah bersaing dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Pada tahun 2008 lalu, total ekspor gula Indonesia hanya sebesar 1.693 ton dengan nilai 905.000 dollar AS, padahal di tahun 2004 Indonesia sempat mengekspor gula hingga 10.370 ton dengan nilai 1.974 dollar AS. Di sisi lain, peluang ekspor gula Indonesia terbuka luas ke negara-negara di kawasan Asia Timur, negara-negara Arab, Afrika, bahkan ke Uni Eropa. Dengan demikian, peluang bisnis di sektor industri dan pemasaran gula Indonesia kembali terbuka lebar bagi para investor dan pengusaha lainnya.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai perkembangan industri dan pemasaran gula di Indonesia, PT Media Data Riset telah melakukan kajian/studi hingga bulan Mei 2009. Hasil studi tersebut kemudian disusun dalam bentuk buku laporan setebal lebih-kurang 250 halaman. Laporan studi ini ditawarkan kepada para investor serta pemangku kepentingan di sektor agribisnis dan agroindustri gula, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Buku studi konprehensif ini kami tawarkan seharga Rp 5.000.000 (Lima Juta Rupiah) per copy untuk versi bahasa Indonesia atau US$ 750 (Tujuh Ratus Lima Puluh US Dollar) per copy dalam versi bahasa Inggris. Peminat dapat menghubungi PT Media Data Riset, Jakarta, melalui Telepon (021) 809-3140, 809-6071, Fax: (021) 809-6071 atau Mobile : 085217061945 e-mail This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it / This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Daftar Isi

I.     PENDAHULUAN
        1.1.    Latar Belakang
        1.2.     Lingkup Pembahasan Studi
        1.3.     Sumber Data dan  Informasi

II.    INDUSTRI GULA DALAM NEGERI 
2.1.    Luas Areal Perkebunan Tebu di Indonesia
2.2.     Perkembangan Produksi Tebu Indonesia
2.3.     Produktivitas Tebu
2.4.         Lahan Tebu di Jawa Barat Bisa Susut 20%
2.5.    Antisipasi Perubahan Iklim
2.6.    Pupuk Organik untuk Menghadapi Kenaikan Pupuk Kimia
2.7.    Deskripsi Produksi Gula
2.8.    Proses Produksi
2.9.    Gula Kristal Putih
2.9.1.    Produsen dan kapasitas gilingnya
2.9.2.    Pabrik gula yang menghentikan produksi
2.9.3.     Kondisi pabrik gula di Jawa
2.9.4.     Kondisi pabrik gula di luar Jawa
2.9.5.     Perkembangan produksi dan konsumsi
2.9.6.     Produktivitas gula kristal putih
2.9.7.    Program percepatan produktivitas gula nasional 
2.9.8.     Revitalisasi industri gula
2.10.         Minat Investasi

III.    INDUSTRI GULA RAFINASI
    3.1.     Aspek Teknis Gula Rafinasi
    3.2.     Produsen Gula Rafinasi
    3.3.     Perkembangan Produksi Gula Rafinasi
3.4.     Pengawasan Gula Rafinasi
3.4.1.     Tugas pengawasan oleh Pemerintah Daerah
3.4.2.     Evaluasi terhadap jaringan distribusi
3.4.3.     Peredaran gula rafinasi di Jawa Barat
    3.5.     Gula Rafinasi Wajib SNI
IV.    KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM INDUSTRI GULA
4.1.    Kebijakan Umum
4.2.    Rencana Pemerintah Terhadap Industri Gula
4.3.    Kebijakan Investasi
4.4.     Kebijakan Tata Niaga Gula
4.5.    Beberapa Regulasi Industri Gula Indonesia
4.6.    Kebijakan Impor
4.7.     Target Swasembada

V.    PERKEMBANGAN IMPOR GULA
5.1.    Dinamika Impor Gula
5.2.    Impor Menurut Jenis
5.3.    Impor Menurut Negara Asal
5.4.    Ijin Impor Raw Sugar
5.5.    Kuota Impor Gula
5.6.    Rencana Distribusi Alokasi Gula Impor
5.7.     Stok Aman

VI.    PERKEMBANGAN EKSPOR GULA
6.1.    Dinamika Ekspor Gula
6.2.    Ekspor Menurut Jenis
6.3.    Ekspor Menurut Negara Tujuan 

VII.    DISTRIBUSI PEMASARAN GULA DI DALAM NEGERI
7.1.    Distribusi Gula
7.2.    Perkembangan Harga
7.3.    Analisis Perkembangan Harga Gula
7.4.    Langkah untuk Menjaga Kestabilan Harga   

VIII.    PERKEMBANGAN KONSUMSI GULA 
8.1.    Konsumsi gula kristal putih (plantation white sugar )
8.2.    Gula Rafinasi
8.2.1.    Konsumsi menurut industri pemakai
8.2.1.1.     Konsumsi oleh industri minuman ringan
8.2.1.2.     Konsumsi oleh industri syrup
8.2.1.3.     Konsumsi oleh industri kembang gula
8.2.1.4.     Konsumsi oleh industri minuman kesehatan
8.2.1.5.     Konsumsi oleh industri biskuit
8.2.1.6.     Konsumsi oleh industri susu
8.2.1.7.     Industri farmasi
8.3. Kebutuhan Raw Sugar

IX.    PERKEMBANGAN KONSUMSI GULA NASIONAL 
9.1. Konsumsi Gula Menurut Jenis 
9.2. Konsumsi Gula per Kapita
9.3. Proyeksi Konsumsi    

X.    GAMBARAN UMUM NEGARA-NEGARA PEMAIN UTAMA GULA DUNIA
10.1.     Australia
10.2.    Brasil
10.3.     Rebuplik Rakyat China (RRC)
10.4.     Fiji
10.5.     India
10.6.     Jepang
10.7.     Kuba
10.8.     Mesir
10.9.     Philipina
10.10.    Thailand

XI.    KESIMPULAN DAN PROSPEK
11.1.     Kesimpulan
11.2.     Prospek       

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG INDUSTRI GULA INDONESIA

DIREKTORI PERUSAHAAN GULA



 



Add this page to your Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! Yahoo! Joomla Free PHP
 
< Prev   Next >

Special Offer


 


 

 

 

World Time Zone

time1
time2
time3

Ext Links


IDR Rate BCA

12-Mar-2010 / 08:04 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9270.00 9120.00
SGD 6642.65 6511.65
HKD 1195.60 1174.30
GBP 13993.00 13712.00
AUD 8506.90 8332.90
JPY 102.80 100.22
EUR 12701.15 12467.15
SAR 2481.45 2422.45

Sales & Marketing

Chat with usChat with us

Access Subscription






Lost Password?
No account yet? Register

My Subscriptions list

No active or expired subscriptions. View Available Subscriptions

Visitor Map

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday236
mod_vvisit_counterYesterday436
mod_vvisit_counterThis week2167
mod_vvisit_counterThis month5870
mod_vvisit_counterAll172601
Review mediadata.co.id on alexa.com

Main Office:
PT. MEDIA DATA RISET
Jl. SMA XIV No. 12A, Cawang
East Jakarta, 13630
Phone     : +62-21- 8093140
Fax         : +62-21- 8096071
Email      : info@mediadata.co.id
Website   : www.mediadata.co.id